Terbaru

Tautan ramah

Rusunawa Angke Dikepung Tumpukan Sampah: Bau Menyengat, Belatung hingga Tikus Berkeliaran

2026-04-03     HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Permukiman warga yang menempel dengan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Angke, Tambora, Jakarta Barat, dipenuhi tumpukan sampah.

Berdasarkan pantauan iDoPress di lokasi pada Jumat (3/4/2026) pagi, gunungan sampah tampak memenuhi gang-gang di area tempat tinggal warga, menciptakan suasana kumuh, kotor, dan tidak sehat.

Di salah satu area terbuka antara blok hunian, sampah rumah tangga bertumpuk dalam kantong plastik berwarna-warni setinggi kurang lebih satu meter.

Beberapa tempat penampungan sampah berukuran besar sudah tidak mampu menampung beban, menyebabkan sampah berserakan di jalanan yang tampak becek dan menghitam akibat air dari sampah.

Selokan dan saluran air di area rusun pun tertutup rapat oleh lautan sampah plastik, botol bekas, dan limbah rumah tangga.

Air di bawahnya kini tidak terlihat lagi, hanya menyisakan genangan hitam pekat karena saluran tersumbat.

Bau busuk menyengat menusuk hidung seketika saat memasuki kawasan Rusunawa Angke.

Perpaduan bau sampah organik yang membusuk dan air lindi yang menggenang membuat sejumlah warga harus hidup berdampingan dengan bau tak sedap ini.

Bahkan, tikus dan belatung tampak berkeliaran di area jalan permukiman warga, lengkap dengan ratusan lalat yang beterbangan hingga ke area hunian.

Padahal, banyak warung makanan yang beroperasi dalam radius jarak 50 hingga 100 meter dari area tumpukan sampah.

Meski begitu, kondisi ini disebut sudah jauh lebih baik dibanding kondisi selama dua pekan terakhir yang sempat menumpuk hingga atap rumah warga.

Dua buah dump truck dan puluhan personel Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat pun dikerahkan membersihkan tumpukan sampah tersebut.

iDoPress/Ridho Danu Prasetyo Permukiman warga di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Angke, Tambora, Jakarta Barat dipenuhi tumpukan sampah, Jumat (3/4/2026)

Nyaris sebulan tak diangkut

Warga mengeluhkan kondisi ini sudah berlangsung lama, nyaris satu bulan sejak bulan Ramadhan hingga melewati hari Raya Idul Fitri.

Aminah (52), salah satu warga yang juga berdagang makanan di area tersebut, menyebut tumpukan sampah ini terjadi karena terhambatnya proses pengangkutan sejak bulan Ramadhan.

"Kondisinya katanya sih dari Bantar Gebangnya ini, longsor. Jadi angkutan sampahnya jadi enggak bisa ngangkut," ujar Aminah saat ditemui iDoPress di lokasi, Jumat.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
Kembali ke atas
© Hak Cipta 2009-2020 Masyarakat Ekonomi Indonesia      Hubungi kami   SiteMap