Terbaru

Tautan ramah

Menhaj Kerahkan Tim Cek Kasur-Tempat Wudu Hotel Jemaah Haji di Arab Saudi

2026-04-14     HaiPress

JAKARTA, iDoPress -Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI M Irfan Yusuf menyatakan, Kemnehaj telah mengerahkan tim di Arab Saudi untuk memastikan perbaikan fasilitas hotel jemaah haji.

Irfan menyebutkan, beberapa komponen yang menjadi perhatian tersebut, antara lain, karpet, gorden, serta tempat wudu agar jemaah dapat merasa lebih aman dan nyaman.

“Tim kami telah berkoordinasi dengan pengelola hotel agar seluruh catatan dari anggota dewan kemarin yang terhormat kemarin yang pada rapat yang tertunda untuk dapat ditindaklanjuti, khususnya terkait perbaikan fasilitas seperti karpet, gorden, serta tempat wududan sanitasi agar lebih aman dan nyaman bagi jemaah,” kata Irfan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Selasa (14/4/2026).

Dia menegaskan, tim Kementerian Haji dan Umrah RI yang berada di Arab Saudi saat ini memantau langsung hotel-hotel tersebut untuk memastikan perbaikan benar-benar dilakukan sebelum jemaah tiba.

Irfan menambahkan, pihaknya akan terus mengevaluasi perkembangan perbaikan tersebut secara berkala.

“Tim kami di Saudi juga melakukan pemantauan langsung di lapangan untuk memastikan perbaikan dapat terealisasi sebelum jemaah menempati akomodasi. Perkembangan pelaksanaan akan terus kami evaluasi secara berkala,” kata dia.

Kondisi hotel jemaah haji disorot

Diberitakan sebelumnya, kondisi hotel yang akan digunakan sebagai tempat pemondokan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi disorot anggota Komisi VIII DPR RI.

Sebab, fasilitas dan perlengkapannya dianggap tidak layak serta berisiko membahayakan jemaah.

Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mengatakan, fasilitas dasar seperti tempat wudu masih menjadi persoalan serius, meski kapasitas musala tergolong besar.

“Setelah kita perhatikan, kondisi hotelnya mungkin bagus, tetapi setelah kita breakdown lagi di dalamnya; seperti halnya yang namanya musala, mushalanya memang kapasitasnya bisa sampai dengan 700 jemaah, tetapi yang namanya tempat wudunya itu tidak layak untuk para jemaah," kata Selly dalam rapat kerja bersama Kementerian Haji dan Umrah RI, Rabu (8/4/2026).

Politikus PDI-P itu mengungkapkan, desain tempat wudu di salah satu hotel berpotensi membahayakan karena jemaah harus mengangkat kaki terlalu tinggi saat berwudu.

"Karena kalau jemaah ingin melakukan wudu, ternyata kakinya itu harus diangkat tinggi-tinggi, bisa-bisa dia terjatuh. Nah ini juga harus diperhatikan mumpung masih ada waktu, Kementerian Haji bisa melakukan koordinasi dengan pihak hotelnya," kata Selly.

Adapun temuan itu berdasarkan hasil kunjungan dan peninjauan langsung di Mekkah dan Madinah oleh perwakilan Komisi VIII DPR RI.

Dalam rapat yang sama, anggota Komisi VIII DPR RI M Husni juga mengungkapkan temuan soal kondisi perlengkapan di kamar hotel yang sudah tidak layak pakai.

Husni mencontohkan, gorden di salah satu hotel bahkan tampak kusam dan berdebu.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
Kembali ke atas
© Hak Cipta 2009-2020 Masyarakat Ekonomi Indonesia      Hubungi kami   SiteMap