Terbaru

Tautan ramah

Akses ke Lantai 4 Kos Benhil Jakpus Tempat 2 ART Terjun Penuh Kerangkeng yang Digembok

2026-04-24     HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Akses menuju lantai 4 rumah kos di Jalan Bendungan Walahar Buntu Nomor 32, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang menjadi lokasi dua asisten rumah tangga (ART) berinisial D (18) dan R (30) terjun pada Rabu (22/4/2026) malam ternyata dikelilingi kerangkeng besi dengan pintu yang dikunci gembok.

Tejo (bukan nama sebenarnya) (28), warga yang tinggal di Jalan Bendungan Walahar Buntu, mengatakan, ia bersama dengan petugas kepolisian, sejumlah warga lain, dan penjaga kos sempat naik ke lantai atas rumah kos tersebut.

Mereka mulanya berniat untuk mencari pemilik kos yang dikabarkan sedang beristirahat di lantai 4 rumah kos itu.

Saat naik ke lantai 1, 2, dan 3, terlihat kondisinya diisi dengan deretan kamar kos.

"Semua orang bisa akses. Nah, tangga menuju lantai 4 itu digembok, dikerangkeng gitu," ujar Tejo saat dihubungi iDoPress, Jumat (24/4/2026).

Tangkapan layar video warga Jalan Bendungan Walahar Buntu. Kondisi akses menuju lantai 4 rumah kos di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat yang menjadi lokasi dua orang ART loncat dari lantai 4 ke luar rumah. Akses tersebut tampak dikelilingi kerangkeng dengan dikunci gembok.

Tejo menjelaskan, ada tangga yang menghubungkan lantai 3 dengan lantai 4. Namun, tangga tersebut masuk ke bagian yang dikerangkeng dengan besi berwarna hitam.

Kemudian, pintu akses ke tangga pun terlihat digembok.

"Gemboknya ada empat. Atas satu, tengah dua, sama bawah satu," ungkap Tejo.

Tejo, penjaga kos, warga lain, dan polisi yang hendak menuju lantai 4 pun tidak bisa membuka pintu yang digembok tersebut.

Mereka sempat akan mencari linggis untuk membuka pintu yang digembok, tetapi urung dilakukan.

Pada saat yang sama, Ketua RW setempat yang sudah ada di lokasi ikut membantu menghubungi pemilik kos melalui sambungan telepon. Namun, pemilik kos tidak kunjung mengangkat telepon.

Sementara itu, penjaga kos tersebut yang bernama Edi juga ikut menghubungi pemilik kos tetapi tidak ada jawaban.

Handphone ART disita majikan

Sebelum naik ke lantai atas, Tejo sempat berbincang dengan R yang sudah terkapar di tanah usai terjun dari lantai 4 bersama D.

Warga lain juga ikut dalam perbincangan tersebut. Dari situ terungkap bahwa handphone milik ART itu disita oleh majikan.

"Ada yang bertanya, 'Mbak HP-nya mana? Biar diamankan, takut hilang'. Ternyata katanya HP-nya dia bilang disita," ujar Tejo.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
Kembali ke atas
© Hak Cipta 2009-2020 Masyarakat Ekonomi Indonesia      Hubungi kami   SiteMap