
JAKARTA, iDoPress - Kebakaran Tower C (Cattleya) Apartemen Mediterania di Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (30/4/2026) pagi, akibat korsleting di basement.
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Twedi Aditya, menyebut bahwa api membakar area kelistrikan sekitar pukul 07.31 WIB.
Api sudah berhasil dipadamkan, tetapi asap pekat sisa kebakaran menyebar hingga ke atas di ruangan tertutup.
"Api tersebut dapat segera dipadamkan. Namun, asap sudah telanjur mengepul dan masuk ke rongga jalur kabel, sehingga merambat ke ruangan di lantai-lantai atas dan unit-unit," ujar Twedi kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis.
Terkait penyebab pasti korsleting pada panel listrik tersebut, polisi mengaku belum bisa memberikan kesimpulan.
"Penyebabnya saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Fokus utama kami saat ini adalah proses evakuasi," kata Twedi.
Senada, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta juga membenarkan bahwa kebakaran diduga berasal dari korsleting di panel listrik di basement.
"Menurut keterangan Bapak Ajis, petugas safety apartemen, telah terjadi korsleting listrik di bagian panel lantai 1 basement. Kemudian. alarm pemadam berbunyi dan petugas melaporkan ke pemadam terdekat," ucap Isnawa.
Twedi juga mengklarifikasi maraknya video dan foto di media sosial yang menarasikan bahwa api telah merambat ke atas dan membakar unit-unit apartemen.
"Perlu kami sampaikan bahwa tidak ada api yang langsung menyentuh unit hunian. Kami juga memohon maaf karena di media sosial beredar foto yang menggambarkan seolah-olah unit terbakar dan jendela hangus. Kami tegaskan, tidak ada satu pun unit yang terdampak langsung oleh api," tegas Twedi.
Meski tidak ada api di area hunian, Twedi mengakui bahwa asap yang ditimbulkan sangat banyak hingga ke lantai 33 dan membahayakan penghuni.
"Terkait sebaran asap, berdasarkan koordinasi dengan petugas evakuasi, asap sempat mencapai hingga sekitar lantai 33. Namun saat ini kondisi udara di setiap lantai mulai membaik dan asap sudah tidak terlihat," ungkapnya.
Adapun, Twedi menyebut berdasarkan tim gabungan, sebanyak 89 orang telah berhasil dievakuasi turun ke lantai dasar.
Proses penyelamatan ini berjalan cukup memakan waktu karena sistem lift dimatikan demi keamanan penghuni.
"Masih terdapat sekitar 20 orang yang berada di dalam unit di lantai atas. Sebagian dari mereka memilih tidak turun karena kondisi di unit dinilai sudah aman dan udara cukup bersih. Selain itu, lift tidak dapat digunakan, sehingga akses evakuasi hanya melalui tangga darurat," jelasnya.