Terbaru

Tautan ramah

Kemenlu Pastikan 4 ABK WNI yang Disandera di Perairan Somalia dalam Kondisi Baik

2026-04-30     HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan empat Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban kasus pembajakan Kapal MT Honour 25 di Perairan Somalia, dalam kondisi baik.

“Berdasarkan informasi terakhir yang diperoleh KBRI Nairobi dari otoritas di Somalia, sejauh ini para ABK WNI yang berada di kapal tersebut dalam kondisi baik,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah di kantor Kemenlu, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Heni mengatakan, saat ini, upaya yang difokuskan yaitu menindaklanjuti penanganan kasus yang melibatkan otoritas pemerintah setempat, tokoh masyarakat serta pelaku usaha terkait.

Dia mengatakan, pemerintah juga meminta memperkuat koordinasi dengan pihak-pihak terkait di dalam negeri terutama penguatan data ABK yang bekerja di luar negeri agar kasus serupa tak kembali terjadi.

“Karena pendataan ini menjadi sangat penting ketika terjadi sesuatu terhadap para ABK WNI tersebut,” ujarnya.

Sepekan Penyanderaan

Sepekan setelah insiden pembajakan kapal tanker di perairan Somalia, empat warga negara Indonesia (WNI) masih berada dalam penyanderaan perompak.

Pemerintah Indonesia terus berupaya melakukan koordinasi untuk memastikan keselamatan para korban.

Dalam kejadian ini, seorang pelaut asal Sulawesi Selatan, Kapten Ashari Samadikun (33), menjadi salah satu korban penyanderaan.

Alumni Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar itu disandera saat menakhodai kapal tanker Honour 25 berbendera Uni Emirat Arab sejak 21 April 2026.

Berdasarkan data manifes yang diperoleh dari rekan sejawat korban, Eleora Kamaya Lekon (38), kapal yang berlayar dari Oman tersebut membawa 17 kru.

Dari jumlah itu, empat orang merupakan WNI.

Keempat WNI tersebut yakni Ashari Samadikun (kapten), Wahudinanto (chief officer), Adi Faizal (third officer), dan Fiki Mutakin.

Sementara kru lainnya terdiri dari 10 warga Pakistan, serta masing-masing satu orang dari Myanmar, Sri Lanka, dan India.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan telah melakukan koordinasi intensif untuk menangani kasus pembajakan kapal MT Honour 25 di perairan sekitar Hafun, Somalia.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan, KBRI Nairobi terus berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait di Somalia sejak insiden terjadi pada Rabu (22/4/2026).

“KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Somalia,” kata Heni, dilansir ANTARA Jakarta, Senin (27/4/2026).

Ia mengatakan, langkah penanganan difokuskan pada kerja sama dengan otoritas setempat, tokoh masyarakat, dan pihak terkait lainnya.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan keselamatan para anak buah kapal (ABK), khususnya WNI.

Kemlu juga menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi secara saksama melalui koordinasi yang terukur agar proses penanganan berjalan optimal.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
Kembali ke atas
© Hak Cipta 2009-2020 Masyarakat Ekonomi Indonesia      Hubungi kami   SiteMap