Terbaru

Tautan ramah

“Gimana Kalau Aku di Posisi Itu?” Saat Nurul Tak Lari, Tolong Korban Kecelakaan KRL Bekasi

2026-04-30     HaiPress

iDoPress – “Gimana kalau aku di posisi itu?” Kalimat itu yang terlintas di benak Nurul Naafi’ah saat berada di tengah kecelakaan KRL di Bekasi Timur.

Di saat sebagian orang berupaya menyelamatkan diri, Nurul memilih tetap berada di lokasi untuk membantu korban, terutama mereka yang tidak bisa menghubungi keluarga.

Peristiwa itu bermula saat Nurul menaiki KRL dari Kranji menuju Cikarang pada Senin (27/4/2026). Tidak ada firasat apa pun hingga akhirnya kereta berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Saat itu, ada pengumuman bahwa perjalanan tidak dapat dilanjutkan sementara waktu.

“Pas di Bekasi Timur itu memang sempat ada himbauan bahwa kereta itu enggak bisa jalan dulu,” ujar Nurul, dikutip dari tayangan Kompas TV, Kamis (30/4/2026).

Ia dan suaminya sempat menunggu informasi lanjutan. Suaminya kemudian keluar untuk mengecek kondisi di jalur seberang dan mendapati adanya insiden KRL dengan sebuah taksi.

Namun, tak lama setelah itu, situasi berubah drastis.

“Pas saya keluar untuk menyusul suami saya, enggak lama ada dentuman kencang sekali,” kata dia.

Dentuman itu disusul kondisi darurat di dalam kereta. Pintu yang semula terbuka mendadak tertutup, sementara aliran listrik mati.

Nurul mengaku langsung gemetar dan syok. Di peron, penumpang saling membantu membuka pintu dan jendela darurat untuk menyelamatkan diri.

“Semua yang ada di peron saling tolong. Ngebuka jendela darurat, ngebuka pintu darurat,” ujarnya.

Korban Datang Meminta Tolong

KRL yang ditumpangi Nurul terdiri dari 10 gerbong. Ia berada di gerbong 3, sementara kerusakan paling parah terjadi di gerbong 10 di bagian belakang.

“Bener-bener rusak banget itu gerbong 10 dihantam Argo Bromo,” kata Nurul.

Di tengah situasi mencekam itu, Nurul sempat berhenti sejenak mencoba memahami apa yang terjadi. Namun, momen itu berubah ketika seorang penumpang mendatanginya meminta pertolongan.

Penumpang tersebut mengalami luka dan tidak bisa menghubungi keluarganya karena ponsel rusak.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
Kembali ke atas
© Hak Cipta 2009-2020 Masyarakat Ekonomi Indonesia      Hubungi kami   SiteMap