2026-05-07
HaiPress
JAKARTA, iDoPress - Sekretaris Jenderal (Sekjen) NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan, Muktamar ke-35 akan menentukan Ketua Umum PBNU yang baru.
Selain itu, juga akan memilih Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) yang bertugas menentukan Rais Aam.
"Salah satunya tentu di situ akan dipilih Ketua Umum, dan juga akan dipilih AHWA, Ahlul Halli Wal Aqdi yang akan memilih Rais Aam. Ini nanti seperti itu," kata Gus Ipul, saat ditemui di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2026).
Gus Ipul mengatakan, mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU yang baru akan bahas peserta muktamar atau muktamirin, termasuk model pemilihan juga bergantung pada keputusan muktamirin.
"Apakah model pemilihannya sama atau ada perubahan, bergantung kepada peserta muktamar. Jadi, itulah saya kira menuju ke muktamar. Soal calon, ya nanti kita lihat ya siapa yang dipilih oleh muktamirin," tutur dia.
Terkait calon Ketua Umum PBNU yang baru, Gus Ipul enggan berspekulasi mengenai siapa calon kandidat yang mendapat dukungan.
"Ya ada beberapa nama. Ada beberapa sudah muncul semua itu. Kita tunggu saja. Nanti makin lama makin lama nanti akan ketahuan ya. Sebulan lagi ketahuan lah Insya Allah," imbuh dia.
Adapun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menetapkan Muktamar ke-35 NU digelar pada 1-5 Agustus 2026.
Saat ini, persiapan teknis masih terus dilakukan, termasuk lokasi Muktamar ke-35 yang hingga kini belum diputuskan.
Selain lokasi, persiapan teknis juga mencakup penyiapan materi serta verifikasi peserta yang berhak atau sah untuk mengikuti penyelenggaraan Muktamar.
"Yang pertama sebelum Muktamar nanti akan ada Munas Alim Ulama dan Konbes yang akan dilaksanakan pada bulan Juni," tutur dia.
Hasil dari Munas dan Konbes itu, kata Saifullah, akan dijadikan materi dalam Muktamar ke-35 yang akan datang.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang