Terbaru

Tautan ramah

Tragedi Bus ALS yang Tewaskan 16 Orang, Kemenhub Didesak Audit Kelayakan Armada

2026-05-07     HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda mendesak adanya audit terhadap kecelakaan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang bertabrakan dengan truk tangki muatan minyak milik PT Serelaya di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) didesak melakukan investigasi menyeluruh terhadap kecelakaan yang menewaskan 16 orang tersebut.

"16 nyawa melayang dalam sekejap akibat benturan yang memicu kebakaran hebat. Kami mendesak adanya audit ketat terhadap kelayakan armada bus ALS dan kesiapan masinis jalan raya kita. Jangan sampai nyawa rakyat terus melayang akibat abainya standar keselamatan di jalur lintas," ujar Huda dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Selain penyebab kecelakaan, ia mendesak adanya audit dan investigasi terhadap standar operasional prosedur (SOP) bus ALS.

Pemerintah dinilainya juga perlu memperketat pengawasan terkait manajemen waktu kerja awak bus PO ALS.

"Rute bus ALS adalah salah satu yang terpanjang di Indonesia. Pemerintah harus memastikan bahwa setiap perusahaan otobus memiliki manajemen waktu kerja dan istirahat sopir yang ketat dan terpantau secara digital," ujar Huda.

Di samping itu, ia meminta Kemenhub mengevaluasi regulasi jam operasional dan pengawalan khusus bagi truk pengangkut bahan bakar minyak di jalur-jalur rawan kecelakaan.

"Kami juga meminta Kemenhub dan Kementerian PU untuk mengecek kembali kelayakan infrastruktur di lokasi kejadian, mulai dari marka jalan, penerangan, hingga rambu peringatan di area yang rawan terjadi tabrakan," tegas Huda.

Kecelakaan Bus ALS

Sebelumnya, sebuah bus ALS bertabrakan dengan truk tangki muatan minyak milik PT Serelaya di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.

Kecelakaan itu terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Musi Rawas Utara pada Rabu (6/5/2026) siang.

Tabrakan kencang antara bus ALS dan truk tangki itu langsung mengeluarkan api. Akibat kecelakaan itu, 16 orang dinyatakan meninggal dunia.

Penyebab tabrakan antara bus ALS dan truk tangki diduga karena bus mencoba untuk menghindari lubang jalan yang tidak rata.

Dokumentasi Polisi Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Maesa Soegriwo saat memimpin proses olah TKP kecelakaan bus ALS di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (6/5/2026)

Ketika menghindari lubang jalan tersebut, bus berbelok ke kanan dan langsung menghantam truk tangki minyak yang melaju ke arah sebaliknya.

Api pun langsung muncul akibat tabrakan tersebut, kemudian segera membakar dan menghanguskan seluruh bagian bus dan truk.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
Kembali ke atas
© Hak Cipta 2009-2020 Masyarakat Ekonomi Indonesia      Hubungi kami   SiteMap