Terbaru

Tautan ramah

KSAD Maruli: TNI AD Siap Terlibat Pengelolaan Sampah Jadi BBM

2026-06-04     HaiPress

JAKARTA, iDoPress - TNI Angkatan Darat menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam program pengolahan sampah menjadi bahan bakar di sejumlah tempat pembuangan akhir (TPA), termasuk di Jawa Barat.

Langkah itu dibahas dalam rapat koordinasi antara TNI AD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta para kepala daerah di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

“Permasalahan sampah merupakan isu yang harus ditangani secara bersama-sama. TNI AD siap mendukung berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah melalui pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan,” ujar Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dikutip dari siaran pers, Kamis.

Dalam paparannya, Maruli menyebut sejumlah lokasi yang disiapkan sebagai titik pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar atau waste-to-fuel.

Di Jawa Barat, lokasi tersebut mencakup TPA Bantar Gebang dan Sumur Batu di Bekasi, TPA Galuga di Bogor, serta TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat.

Selain di Jawa Barat, program serupa juga direncanakan di TPA Jatibarang, Semarang, dan TPA Suwung, Denpasar.

Menurut Maruli, teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah yang menumpuk di TPA, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi dan mendukung kebutuhan energi.

“Program tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan nilai ekonomis dan mendukung ketahanan energi,” kata dia.

Rapat koordinasi itu juga membahas kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah berdasarkan prediksi BMKG.

“Dalam hal ini, TNI AD siap mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat serta berbagai langkah mitigasi lainnya guna mengurangi dampak kekeringan,” tegas dia.

Adapun Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan pemerintah akan mengolah timbunan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Program tersebut akan dijalankan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta TNI.

“Sebelumnya sampah diubah menjadi listrik, sekarang kita kerja sama lagi (sampah jadi BBM) dengan TNI, teknologinya dari BRIN dan Dikti,” ujar Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Zulhas mengatakan, pengolahan sampah menjadi BBM merupakan bagian dari transformasi besar pengelolaan sampah nasional.

Sebelumnya, pemerintah lebih fokus mengolah sampah menjadi listrik melalui proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Kini, pemerintah mulai mendorong pemanfaatan sampah menjadi BBM menggunakan teknologi pirolisis.

Teknologi tersebut bekerja melalui proses penguraian bahan organik dengan pemanasan suhu tinggi.

Zulhas mengungkapkan terdapat enam lokasi yang dibidik untuk proyek pengolahan sampah menjadi BBM.

“Ada enam (lokasi). Ada di Bantargebang, ada di Bandung, ada di Bali,” ucap Zulhas.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
Kembali ke atas
© Hak Cipta 2009-2020 Masyarakat Ekonomi Indonesia      Hubungi kami   SiteMap