Terbaru

Tautan ramah

Pameran industri pelayaran di Tianjin China soroti peluang penerapan AI

2026-06-08    

Pameran Industri Pelayaran Internasional Tianjin (TISIE) keempat dibuka di Tianjin, China utara, pada tanggal 2 Juni yang diorganisir oleh Zhenwei International Exhibition Group, menampilkan berkembangnya peluang penerapan AI dalam industri pelayaran.

Bertema “pelayaran ke seluruh dunia dan menyambut masa depan dengan AI buka peluang baru bagi pengembangan pelabuhan dan pelayaran”, pameran yang berlangsung selama empat hari ini mencakup berbagai macam bidang seperti pelayaran hijau, peralatan maritim, layanan logistik, serta bidang-bidang lainnya. Penyelenggaraan pameran tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerja sama pelayaran global, investasi industri, dan bursa perdagangan.

Xu Kai, kepala informasi di Institut Pelayaran Internasional Shanghai, mengatakan bahwa China telah membangun jaringan terminal kontainer otomatis terbesar di dunia, dengan berbagai terobosan penting dalam teknologi derek tepi pantai, kendaraan pemandu cerdas, dan area penumpukan otomatis.

"Peralatan terminal harusnya tidak hanya beroperasi secara efisien tapi juga mampu melakukan optimisasi dinamis regional berdasarkan fluktuasi kedatangan kapal secara real-time, perubahan cuaca mendadak, dan lonjakan arus barang yang tiba-tiba," ujar Xu. "Ini menuntut AI untuk berkembang dari sekadar menjalankan perintah menjadi mampu melakukan penalaran secara mandiri, dan berkembang dari kecerdasan mesin tunggal menjadi kolaborasi grup."

Waqas Samad, CEO Lloyd's List Intelligence, mengatakan bahwa China sebagai pemilik armada kapal terbesar serta pembangun kapal dan produsen kontainer pelayaran terbesar di dunia, memainkan peran yang penting dalam lanskap pelayaran global saat ini. Namun yang lebih penting, China merepresentasikan masa depan industri pelayaran yang signifikan, bukan hanya dalam skala dan infrastruktur, tapi juga penggabungan konektivitas, teknologi, dan kecerdasan.

"AI akan membentuk ulang industri kita dengan cara yang praktis dan hebat," kata Thomas Sim, Presiden dari Federasi Internasional Asosiasi Perusahaan Layanan Logistik.

Menurutnya, AI harus meningkatkan kemampuan perusahaan layanan logistik, bukan menggantikan penilaian profesional mereka; meningkatkan kemampuan manusia, bukan menghapus tanggung jawab; dan memperkuat peran perusahaan layanan logistik sebagai penyedia solusi logistik yang terpercaya, bukan hanya menjadikannya pengguna platform semata.

Feng Boming, wakil presiden China Merchants Group Limited, mengatakan bahwa AI telah berkembang dari asisten perbincangan yang membantu pengambilan keputusan dan memperbaiki efisiensi menjadi agen cerdas yang mampu memahami tujuan, memanfaatkan berbagai alat, dan menjalankan tugas-tugas tertentu.

"Namun, semakin besar otonomi AI, semakin besar pula tanggung jawab terkait keamanan," ujar Feng. "Kita harus menyadari dengan jelas bahwa dibalik peran AI dalam memberdayakan ribuan industri, berbagai jenis risiko keamanan dan tantangan tata kelola baru terus bermunculan, baik bagi pengembangan industri maupun operasi sektor ini."

Zhenwei International Exhibition Group

Lou Weihua

Iwh@zhenweiexpo.com

https://zhenweiexpo.com

Tianjin

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
Kembali ke atas
© Hak Cipta 2009-2020 Masyarakat Ekonomi Indonesia      Hubungi kami   SiteMap