
JAKARTA, iDoPress – Penanganan kabel udara yang semrawut di Jakarta Selatan disebut tidak bisa dilakukan dengan cara pemotongan langsung karena berisiko mengganggu layanan publik.
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal, mengatakan kabel-kabel semrawut, salah satunya di Jalan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, merupakan bagian dari jaringan layanan yang digunakan masyarakat, seperti listrik dan internet.
"Main asal potong juga akan menimbulkan masalah baru. Karena kabel-kabel itu kan milik PLN, internet yang dipergunakan oleh warga masyarakat," kata Rifki saat dikonfirmasi iDoPress, Rabu (10/6/2026).
Ia menegaskan, penataan kabel tetap dilakukan, namun harus mengikuti perencanaan yang lebih terstruktur agar tidak menimbulkan dampak pada layanan.
Program Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di Jakarta dipastikan tetap berjalan untuk merapikan kabel-kabel udara yang semrawut di Ibu Kota.
"Dan kita juga akan tetap berkomitmen merapihkan sementara kabel kabel udara yang belum masuk dalam rencana SJUT," kata Rifki.
Ia juga menyebut pelaksanaan tahun ini sempat mengalami keterlambatan akibat sistem pengadaan baru dan ketidakstabilan harga global.
"Iya benar sekali. Untuk update per hari ini saya belum tahu pasti dikarenakan pekerjaan tahun ini agak terlambat karena sistem pengadaan yang baru serta ketidakstabilan harga akibat perang di Timur Tengah," ujarnya.
Sebelumnya, Sudin Bina Marga Jaksel menertibkan 63 kabel udara semrawut di Jalan Pahlawan, Bintaro, Pesanggrahan, Selasa (9/6/2026).
Kabel milik 20 penyedia layanan telekomunikasi itu dipotong dan diangkut untuk memperbaiki estetika kawasan serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
"Kami melakukan penertiban kabel udara untuk meminimalkan potensi gangguan keselamatan pengguna jalan," kata Kepala Seksi Prasarana dan Sarana Utilitas Kota serta Penerangan Jalan Umum Sudin Bina Marga Jakarta Selatan Bogi Widiatmaji saat dikonfirmasi, Selasa, dikutip dari Antara.
Penertiban yang dilakukan selain untuk mengurangi potensi gangguan keselamatan, juga menata jaringan utilitas yang selama ini menjuntai di ruang milik jalan.
"Ini juga menjadi bagian penataan infrastruktur utilitas yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan," kata Bogi.
Kabel-kabel yang telah dipotong langsung diangkut ke gudang penyimpanan sehingga tidak meninggalkan sisa material di lokasi.
"Kabel yang telah ditertibkan langsung kami bawa ke gudang sehingga tidak ada sisa kabel yang berserakan dan membuat lingkungan menjadi semrawut," kata Bogi.
Ia juga mengajak masyarakat dan pemilik jaringan telekomunikasi untuk ikut menjaga kerapihan lingkungan serta mematuhi aturan terkait penempatan jaringan utilitas.
"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam mendukung terwujudnya Jakarta Selatan yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi seluruh warga," ucapnya.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang