
JAKARTA, iDoPress - Epidemiolog dan pengamat kesehatan Dicky Budiman menilai Jakarta saat ini menghadapi tiga tantangan kesehatan besar sekaligus atau triple burden di tengah ambisinya menjadi kota global.
Menurut Dicky, tiga beban tersebut meliputi tingginya kasus penyakit tidak menular, ancaman penyakit infeksi dan wabah, serta risiko kesehatan akibat krisis iklim dan degradasi lingkungan.
"Jakarta saat ini menghadapi apa yang saya sebut sebagai triple burden, yaitu beban penyakit tidak menular yang tinggi, ancaman penyakit infeksi yang masih ada, termasuk potensi wabah penyakit menular," kata Dicky saat dihubungi iDoPress melalui Whatsapp, Senin (22/6/2026).
Dicky mengatakan, ancaman penyakit menular masih perlu diwaspadai karena Jakarta menjadi salah satu pintu masuk utama mobilitas manusia dari berbagai daerah maupun negara.
Menurut dia, posisi Jakarta yang dekat dengan bandara internasional membuat potensi masuknya kasus impor penyakit tetap tinggi.
"Apalagi Jakarta merupakan kota yang dekat dengan bandara internasional, sehingga potensi munculnya kasus impor, baik penyakit baru maupun penyakit lama yang berpotensi menjadi wabah, juga cukup besar," ujarnya.
Selain menghadapi penyakit kronis dan ancaman wabah, Jakarta juga dinilai menghadapi risiko kesehatan yang muncul akibat krisis iklim dan degradasi lingkungan.
"Selain itu, terdapat risiko kesehatan akibat krisis iklim dan degradasi lingkungan," kata Dicky.
Ia menilai persoalan kesehatan Jakarta saat ini semakin kompleks karena tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga dipengaruhi faktor lingkungan dan perubahan iklim.
Dicky menilai tantangan kesehatan yang dihadapi Jakarta membutuhkan pendekatan yang lebih luas dibanding sekadar pelayanan kesehatan individu.
Menurut dia, berbagai persoalan kesehatan saat ini semakin didominasi faktor lingkungan, perubahan iklim, dan determinan sosial kesehatan.
"Sementara itu, tantangan kesehatan Jakarta saat ini justru semakin didominasi oleh faktor lingkungan, perubahan iklim, dan determinan sosial kesehatan yang membutuhkan intervensi lintas sektor," ujarnya.
Ia menilai aspek kesehatan harus menjadi bagian penting dalam pembangunan Jakarta yang tengah bertransformasi menuju kota global.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan sejumlah capaian pembangunan Jakarta dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta yang digelar di Silang Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).
Di sektor kesehatan, layanan Pasukan Putih Jakarta tetap disiagakan untuk memberikan pelayanan kesehatan berbasis kunjungan rumah atau home service bagi warga yang membutuhkan.
Dalam perayaan HUT ke-499 Jakarta tahun ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengusung tema "Bergerak Menuju Era Baru Jakarta".
Tema tersebut menjadi refleksi atas transformasi yang tengah dijalankan Jakarta dalam upaya menjadi kota global yang modern, inklusif, berbudaya, dan berkelanjutan.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang