Terbaru

Tautan ramah

Pemilik BMW di Jakbar yang Diamuk Massa dan Ojol yang Ditabrak Berdamai

2026-06-23     HaiPress

JAKARTA, iDoPress -Kasus tabrak lari yang melibatkan pengemudi mobil listrik BMW bernama Albert Satryo Wibowo atau ASW (26) dan seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Sutiyo atau S (53) di depan Universitas Mercu Buana, Kembangan, Jakarta Barat, berakhir damai.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, membenarkan permasalahan tersebut telah ditutup setelah kedua belah pihak sepakat menempuh jalur kekeluargaan.

"Sudah selesai kekeluargaan, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah secara damai, itu kan musibah," kata Joko saat dihubungi iDoPress melalui telepon, Selasa (23/6/2026).

Joko menjelaskan, proses mediasi antara pengemudi BMW dan korban ojol difasilitasi oleh kepolisian.

Pertemuan tersebut dilakukan di Kantor Unit Laka Lantas Satlantas Polres Metro Jakarta Barat pada Senin (22/6/2026) malam dengan pihak korban diwakili oleh anaknya.

"Mediasinya di Kantor Laka Jakarta Barat, Daan Mogot. Pihak korban diwakili oleh anaknya, anak kandungnya, Alhamdulillah terselesaikan," ujar Joko.

Dalam penyelesaian kasus ini, Joko menyebut kepolisian mengedepankan prinsip restorative justice.

Joko menegaskan, kepolisian hanya bertindak sebagai fasilitator dan tidak mencampuri kesepakatan apa pun yang dibuat di antara kedua belah pihak.

Termasuk, mekanisme ganti rugi dan bagaimana kesepakatan tersebut dibuat.

"Intinya begini, dalam hal mediasi, kami memfasilitasi tempat di kantor untuk kedua belah pihak musyawarah untuk mufakat. Dalam hal mediasi tersebut, apa yang diminta, apa yang disepakati, kami tidak tahu," tutur Joko.

"Intinya sudah selesai secara kekeluargaan, kami bantu memfasilitasi saja tempat di kantor," sambungnya.

Terkait hasil pemeriksaan sopir BMW, Joko menyebut pengemudi melakukan kelalaian saat menyalip yang berujung pada kecelakaan.

Namun, Joko menegaskan bahwa insiden tersebut murni musibah kecelakaan tanpa ada niat jahat untuk menabrak korban.

Adapun, sopir BMW tersebut awalnya melarikan diri bukan karena enggan bertanggung jawab, tetapi merasa takut akan dihakimi massa.

"Terkait kecelakaan itu tidak ada mens rea-nya (niat jahat), tidak ada motif. Itu musibah. Kami kedepankan kedua belah pihak untuk musyawarah," ujar Joko.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
Kembali ke atas
© Hak Cipta 2009-2020 Masyarakat Ekonomi Indonesia      Hubungi kami   SiteMap