2026-07-02
HaiPress



JAKARTA, iDoPress - Keterbatasan ruang terbuka untuk bermain tidak menyurutkan semangat anak-anak di kawasan Menteng Jaya, Jakarta Pusat, untuk menyalurkan hobi sepak bola.
Menyikapi kondisi tersebut, Karang Taruna RW 08 Kelurahan Menteng berinisiatif menggelar turnamen sepak bola jalanan bertajuk "Liga Aspal" yang dikhususkan bagi anak-anak usia di bawah 13 tahun (U-13).
Liga Aspal ini baru pertama kali digelar dan berlangsung sejak 20 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada 18 Juli 2026.
Ketua Karang Taruna RW 08 Menteng, Andicka Prasetia atau yang akrab disapa Odoy (27), menjelaskan kegiatan ini bermula dari keresahan melihat anak-anak yang setiap hari terpaksa bermain bola di tengah jalan kampung.
Inisiatif ini juga terinspirasi dari gerakan serupa di media sosial yang berhasil menarik perhatian publik sebelumnya, yaitu Liga Akamsi di Tambora, Jakarta Barat.
"Karena kan setiap harinya di sini hampir setiap sore ngelihat anak-anak main bola di jalanan. Ya sudah kenapa enggak kita fasilitasi, akhirnya Liga Aspal ini jadi wadah buat mereka," kata Andicka saat ditemui iDoPress di Menteng Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).
Andicka mengungkapkan, budaya bermain sepak bola di kampung tempat tinggalnya sudah sangat kuat sejak ia masih kecil.
Namun, saat ini nyaris tidak ada lahan kosong yang bisa diakses secara gratis oleh warga maupun anak-anak untuk bermain bola.
Akhirnya, anak-anak terpaksa harus bermain di tengah jalanan kampung yang letaknya bersebelahan dengan jalur rel kereta api.
"Di kampungan ini emang udah full semuanya permukiman rumah, udah enggak ada sama sekali lahan kosong lapangan. Kalaupun mau main bola harus keluar kampung, itu pun nyewa lapangan futsal yang biayanya minimal Rp 100.000 sampai Rp 150.000 per jam. Jadi hobi dan bakat mereka main bola itu susah tersalurkan dengan baik," tuturnya.
Sebenarnya, terdapat lahan tidur atau lahan tak terpakai milik PT KAI di pinggiran rel kereta yang dibiarkan tak terawat dan penuh tumpukan sampah.

iDoPress/Ridho Danu Prasetyo Andicka Prasetia (27) Ketua Karang Taruna RW 08 Menteng, Jakarta Pusat saat ditemui di Jalan Menteng Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026)
Baca juga: Profil Naby Keita, dari Sepak Bola Jalanan sampai ke Liverpool
Warga sebenarnya sudah berinisiatif bergotong royong setiap akhir pekan selama tiga bulan belakangan untuk membersihkan dan meratakan lahan tersebut agar bisa digunakan sebagai sarana olahraga.
Namun setelah lahan selesai dibersihkan, pihak PT KAI tidak memberikan izin bagi warga untuk menggunakan lahan itu dengan alasan keamanan.
"Secara surat kita sudah masuk, ya cuma alasannya kayak gitu saja, balasannya enggak ada secara pendekatan kemanusiaan. (Pendekatannya) cuma pasal, misalnya menjerat karena mengambil lahan KAI. Padahal masyarakat butuhnya pendekatan secara kemanusiaan. Terus kalau misalnya memang enggak boleh, minimal dibersihinlah biar enggak jadi kotor," keluh Andicka.
Ia pun mengaku sudah menyiapkan skema pengamanan dengan mendirikan tiang tinggi beserta jaring untuk mencegah adanya bola ataupun barang lain masuk ke area rel.