Terbaru

Tautan ramah

Pastikan Tak Ada Perpeloncoan, SMA Negeri 78 Jakbar Tak Libatkan Alumni Selama Masa MPLS

2026-07-13     HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Pihak sekolah SMA Negeri 78 Jakarta Barat memastikan tidak ada perpeloncoan selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung.

Humas SMA Negeri 78 Jakarta, Dede Suherman menyampaikan, berdasarkan Permendikdasmen No. 12 Tahun 2026 yang melarang adanya kekerasan fisik dan psikis, pihaknya memastikan tidak ada perpeloncoan.

"Memang kami dari Permen ini ada larangan, ya. Larangan ini sudah cukup jelas dalam Permen tersebut, yaitu misalnya tidak melakukan perpeloncoan ya, atau dalam bentuk kekerasan apa pun. Bullying itu enggak boleh, udahlah enggak ada lagi," kata Dede kepada iDoPress saat ditemui di SMA Negeri 78 Jakarta, Senin (13/7/2026).

Pihak sekolah selama masa MPLS ini juga tidak memperkenankan siswa untuk mengenakan atribut yang berlebihan.

Siswa diminta tetap mengenakan atribut yang edukatif. Misalnya, name tag atau papan nama.

"Tidak edukatif ini misalnya ya tadi saya bilang, pakai pita, bawa cokelat-lah macam-macam. Mungkin zaman-zaman kita dulu kali ya, masih ada ya," katanya.

Dede menuturkan, pihak sekolah juga sama sekali tidak melibatkan alumni selama masa MPLS di sekolah tersebut.

"Kalaupun mereka (alumni) datang, sifatnya itu adalah untuk menonton, tapi itu pun kami sudah wanti-wanti mohon untuk tidak datang aja dulu. Kalaupun mau datang tolong dibuat datanya siapa saja," ujarnya.

"Jadi kami bisa memantau keberadaan mereka, jangan sampai terjadi namanya bullying atau perpeloncoan untuk adik kelasnya," sambung Dede.

Selama masa MPLS, pihak sekolah juga memastikan sama sekali tidak ada biaya atau pungutan yang dikeluarkan dari kantong siswa ataupun orangtua murid.

"Yang ketiga, tidak memberikan aktivitas yang tidak relevan dengan kegiatan MPLS. Misal mungkin kalau adek kenal ya, dipita-pitain, dikasih name tag yang gede-gede, enggak-enggak, kita enggak. Paling kita cuma mohon membantu anak-anak kami, cuma nama aja," tutur Dede.

Yang paling penting, Dede menyampaikan, pihak sekolah telah menyiapkan OSIS yang memang sudah kompeten dan tidak bermasalah.

"Kami memilih anak OSIS yang tidak memiliki track record jelek. Alhamdulillah anak OSIS kami ini tidak memiliki track record jelek, artinya tidak pelaku bullying maupun pernah tersangkut kekerasan, tidak. Jadi kami pilih," ujarnya.

Murid Baru Antusias

Sebanyak 390 murid baru mengikuti MPLS hari pertama di SMA Negeri 78 Jakarta, terlihat begitu antusias. Salah satu dari mereka berjalan kaki menuju sekolah karena kebetulan dekat.

Salah satu siswa, Namira mengaku dirinya begitu antusias mengikuti MPLS di hari pertama. Hari ini, ia diantar orang tua ke sekolah.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
Kembali ke atas
© Hak Cipta 2009-2020 Masyarakat Ekonomi Indonesia      Hubungi kami   SiteMap