2026-08-14
HaiPress
iDoPress — Menjelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN memperkuat pengamanan sistem kelistrikan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Pengamanan berlapis disiapkan untuk memastikan pasokan listrik di lokasi utama upacara, khususnya Istana Merdeka, tetap aman dan andal selama rangkaian kegiatan kenegaraan berlangsung.
Kesiapan tersebut mencakup sistem transmisi tegangan tinggi 500 kilovolt (kV) dan 150 kV serta sejumlah gardu induk (GI) yang menopang pasokan listrik menuju kawasan pusat pemerintahan dan lokasi utama kegiatan di Istana Merdeka.
Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN Daniel KF Tampubolon mengatakan, keandalan sistem kelistrikan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 RI.
“PLN telah menyiapkan suplai utama dari beberapa Gardu Induk sekaligus menyiapkan skema suplai alternatif sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi di luar prediksi,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima iDoPress, Jumat (14/8/2026).
Daniel mengatakan, kesiapan sistem transmisi menuju kawasan Istana Merdeka telah diperkuat melalui pemeriksaan, inspeksi, dan pemeliharaan berkala oleh personel PLN.
Ia juga meninjau langsung kesiapan jaringan transmisi dan gardu induk di kawasan Gambir, termasuk GI Gambir Lama.
“Berbagai pekerjaan penguatan di sisi jaringan dan Gardu Induk juga telah kami lakukan sejak bulan lalu sebagai bagian dari persiapan menghadapi HUT ke-81 RI,” jelasnya.
Selain memperkuat suplai dari sejumlah gardu induk, PLN memastikan jaringan transmisi dan instalasi pendukung berada dalam kondisi andal. Pekerjaan penguatan dan pemeliharaan preventif juga telah dilakukan sebelum memasuki masa siaga HUT RI.
Memasuki masa siaga HUT ke-81 RI, PLN Unit Induk Transmisi (UIT) Jawa Bagian Barat (JBB) menyiapkan personel dan peralatan untuk menjaga sistem transmisi tetap dalam kondisi optimal.
Sebanyak 25 posko siaga disiapkan dengan dukungan 1.041 personel yang terdiri atas personel Kantor Induk, Unit Pelaksana Transmisi (UPT), serta Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG).
Selain itu, PLN menyiagakan 57 personel Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) di empat UPT, 392 personel line walker, serta 468 personel Operasi dan Pemeliharaan Gardu Induk (OPGI) di enam UPT.
Selama masa siaga, pekerjaan pemeliharaan terjadwal pada jaringan transmisi dan gardu induk yang menopang pasokan menuju lokasi utama dihentikan sementara.
Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko terhadap kontinuitas pasokan. Sementara itu, personel dan peralatan tetap disiagakan untuk menangani kondisi darurat apabila diperlukan.
General Manager PLN UIT JBB Himmel Sihombing menegaskan, seluruh aspek pendukung telah dipersiapkan, mulai dari personel, peralatan, prosedur, sarana dan prasarana, hingga skema pengamanan sistem.