Terbaru

Tautan ramah

Pemkot Bogor Ajukan Hibah Truk Sampah dan Mobil Damkar Bekas ke Pemprov DKI

2026-08-19     HaiPress

BOGOR, iDoPress - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengajukan bantuan hibah berupa armada truk sampah dan mobil pemadam kebakaran (damkar) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, pengajuan tersebut dilakukan karena Pemkot Bogor dan Pemprov DKI Jakarta merupakan sesama pemerintah daerah dalam satu kawasan aglomerasi.

Armada yang diajukan merupakan kendaraan lama atau bekas yang masih laik digunakan untuk mendukung operasional pelayanan kepada masyarakat.

"Sebagai sesama Pemerintah Daerah dalam satu area aglomerasi, Pemkot Bogor mengajukan bantuan hibah kendaraan damkar dan truk sampah compactor. Yang kami ajukan adalah kendaraan lama yang masih laik untuk mendukung operasional dinas pengangkutan sampah," kata Dedie saat dihubungi iDoPress, Rabu (19/8/2026).

Dedie mengatakan, Pemkot Bogor tidak menargetkan jumlah armada yang akan diterima.

Jumlah kendaraan yang diberikan nantinya disesuaikan dengan kesanggupan Pemprov DKI Jakarta.

"Terserah dikasihnya aja, untuk damkar juga mobil pemadam kebakaran, mudah-mudahan bisa dipenuhi," tuturnya.

Diajukan sejak tiga minggu lalu

Secara terpisah, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, pengajuan armada truk sampah dan mobil pemadam kebakaran tersebut telah disampaikan kepada Pemprov DKI Jakarta sejak sekitar tiga minggu lalu.

Menurut Jenal, pengajuan itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kota Bogor yang merupakan daerah penyangga Ibu Kota.

"Jadi upaya itu, upaya untuk pelayanan kepada masyarakat dari sisi pengangkutan sampah, tentu saya mengharapkan armadanya layak. Layak secara estetika, layak secara keamanan dan fungsi tentunya," kata Jenal kepada wartawan di Balai Kota Bogor, Rabu.

Jenal menyoroti kondisi sejumlah truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor yang mengalami kerusakan, khususnya pada bagian belakang.

"Yang bolong, yang rusak mah kami udah arahkan untuk segera diperbaiki dan tidak dipakai kalau udah terlalu parah," kata dia.

Ia menuturkan, pengadaan truk sampah memang dilakukan setiap tahun, tetapi jumlah armada yang tersedia tidak banyak.

Menurut Jenal, kondisi truk sampah yang rusak juga membuat dirinya tidak nyaman sebagai warga.

Selain dinilai kurang layak, kerusakan pada kendaraan dikhawatirkan menyebabkan air lindi tercecer ke jalan dan membahayakan pengguna jalan.

"Yang pasti, saya sebagai warga juga tidak nyaman melihatnya. Kondisi itu selain memang kurang layak, air lindinya juga mungkin ada yang tercecer di jalan dan membahayakan bagi pengguna yang lain," tuturnya.

Jenal menyarankan agar truk sampah yang sudah tidak layak tidak digunakan untuk operasional.

"Kalau memang masih bisa diperbaiki, perbaiki, tapi kalau sudah rasanya sudah tidak mungkin untuk diperbaiki, ya udah, dibesituakan saja, kita lelang gitu kan," ujarnya.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
Kembali ke atas
© Hak Cipta 2009-2020 Masyarakat Ekonomi Indonesia      Hubungi kami   SiteMap